Naskah Drama

NASKAH DRAMA DLINGO 


Assalamualaikum wr.wb.

Good morning all 

Let's us introduce our team, we are dlingo from ten pharmacy. 

1. I am Reisya Maulita Hidayati as Wulan

2. I am Erlita Cahya Nurpripta as Sinta

3. I am Iyen Vera Yusika as Rinjani

4. I am Alifia Ade Yanti as Anjani

5. I am Adindha Khoirunisa as a doctor and bk teacher

6. I am Bintang Valleondika Rezka Putra as teacher Rama and ustad

7. I am Rafifah Ririn Nazhifah as Citrawati and a pharmacist

8. I am Nida Fidiyati Arwanti as a nurse and Sekar

9. I am Rasya Aulia as Anila 

Here we will present the theater entitle the role of pharmacy in society.

Please enjoy…!


Di suatu pagi yang cerah SMK KESEHATAN MAHABARATA kedatangan murid baru yang bernama Rinjani.

#latar : disekolah

Pak guru datang dan diikuti murid baru dibelakangnya. Para murid bersiap mengucapkan salam kepada pak guru.

Para murid : “Sugeng enjang pak guru, Monggo pinarak”

Pak guru : “Sugeng enjang para murid. Dikelas kita kedatangan murid baru ya, Silahkan nduk perkenalkan diri!”

Rinjani : “Perkenalkan nama saya Rinjani, salam kenal ya semoga bisa berteman baik.”

Pak guru : “Silahkan duduk didekat Anila ya.”

Rinjani : “Baik Pak.”

Pak guru: ”nah kali ini kita membahas tentang CPOB ya. Ada yang masih ingat?

Dewi: “ saya pak. CPOB adalah suatu pedoman yang menyandang seluruh aspek produksi dan pengendalian mutu, bertujuan untuk menjamin bahwa produk obat dibuat selalu memenuhi persyaratan mutu yang telah ditentukan sesuai dengan tujuan penggunaannya.”

Tiba-tiba hp pak guru berdering, lalu pak guru meminta izin kepada anak-anak untuk mengangkat telpon.

Pak guru : “Maaf anak-anak, saya tinggal dulu ya, silahkan cari lagi materi tentang CPOB!”

Para murid : “Baik pak.”

Sinta : “hati hati ya pak”

Setelah itu Rinjani berkenalan satu satu dengan teman temannya.

Anila : “Halo Rinjani aku Anila, salam kenal ya.”

Rinjani : “Salam kenal juga Anila.”

Sinta : “Apaan si, kenalan gitu banget, iya to Jan.”

Anjani : “Iya sih, perasaan aku ga gitu banget kenalannya.”

Sinta dan Anjani menyinggung Rinjani seperti itu.

Citrawati : “Apaan sih kalian, anak baru loh”

Sinta : “Lha kenapa emangnya? Ga terima? Suka-suka aku to.”

Anjani : “Kamu tu ikut campur kenapa? Mentang mentang orang baru kamu belain gitu?”

Sinta : “Heh Rinjani, ga usah sok oke deh, murid baru banyak gaya”

Rinjani : “Astaghfirullah, aku salah apa sama kalian?”

Anjani : “Salah apa salah apa sadar diri kamu tu!”

Anjani membentak Rinjani karena kesal.

Citrawati : “Udah udah udah! Berisik banget sih kalian, ga tau po lagi pada belajar ini lho!”

Waktu istirahat pun tiba Anila, mengajak Rinjani ke kantin membeli makanan. Baru mau keluar kelas, Rinjani di kagetkan dengan kedatangan Sinta dan Anjani yang terlihat sangat kesal.

Sinta : “Paling ga suka aku ada murid baru banyak gaya gini” dughhh

Rinjani di dorong oleh Sinta sehingga kepala rinjani membentur kaki meja yang membuat kepalanya terluka dan vertigonya kambuh.

Anila : “ astaghfirullah apa apaan kamu giniin murid baru.”

Sinta dan Anjani dengan santainya pergi meninggalkan Rinjani yang terbujur pingsan.

Anila : “Tolong tolong tolong!!!!!!”

Anila berteriak meminta tolong karena dia panik.

Citrawati : “Astaghfirullah ada apa ini kok sampai gini? Ayo bawa ke UKS aja!”

Anila dan Citrawati memapah Rinjani menuju UKS.

Citrawati : “Nil, kamu tunggu sini dulu aku mau panggil pak guru.”

Anila : “Cepet ya, aku panik banget ini!!!”

Citrawati dan Pak guru datang.

Pak guru : “Kenapa ini kok bisa kayak gini?”

Citrawati : “Sudah sudah pak bawa ke Rumah Sakit saja!!”

#latar : Rumah Sakit

Sesampai di Rumah Sakit , Rinjani langsung mendapat perawatan di UGD

Perawat : “keluarga dari pasien atas nama Rinjani?”

Pak Guru : “iya mba saya gurunya, bagaimana?”

Perawat: “bisa saya minta data siswanya ya pak..? bawa kartu pelajar tidak ya?’’

Pak Guru : “oya, ini mbak’’

Perawat : “pasien atas nama Rinjani ya pak.. umur 16 tahun?”

Pak Guru : “iya betul mba”

Perawat : “baik pak, terimakasih atas informasi tentang data diri pasien, mohon ditunggu sebentar ya pak,, karena pasien sdg diperiksa oleh dokter.”

Saat itu, Rinjani sedang diperiksa oleh dokter di ruang UGD, di luar terlihat pak Guru dan 2 teman Rinjani Anila dan Citrawati sedang menunggu pemeriksaan

Perawat : “keluarga dari pasien atas nama Rinjani? Silahkan pak masuk ke dalam bertemu dokter’’

Pak Guru : “baik mbak’’

Pak guru: “assalamualaikum dok”

Dokter : “waalaikumsalam, silahkan duduk pak. saya akan menjelaskan kondisi dari pasien Rinjani, jadi pasien mengalami trauma ringan, alhamdulillah tidak terjadi hal yang fatal hanya memar sedikit dan itu akan segera pulih. Untuk sementara Rinjani istirahat dulu ya pak ini saya buatkan surat keterangan sakit’’

Pak guru : “baik dokter”

Dokter : “Rinjani memperoleh obat paracetamol, dan vitamin B complex ya pak”

Pak guru: ’’ baik bu dokter, terima kasih’’

Pak guru pergi ke instalasi farmasi untuk menebus obat Rinjani. 

Ttk : “resep atas nama Rinjani?’’

Pak Guru : “iya mba.”

Ttk : Rinjani memperoleh 3 obat ya pak :

1. Paracetamol sebanyak 10 tablet diminum 3x1 sehari setelah makan,pagi 1 tab siang 1 tab malam 1 tab.berfungsi untuk mengurangi demam dengan pusing ya pak, jika sudah tidak demam bisa dihentikan.

2. Vitamin B complex sebanyak 10 tablet diminum 1x1 setelah makan digunakan untuk penunjang kesembuhan pasien”

“Baik pak, apakah sudah jelas? Apakah ada yang ditanyakan kembali?”

Pak Guru : “sudah cukup mba, terima kasih atas penjelasannya”

Ttk: “baik bapak, ini obatnya mohon pasien minum obat dengan rutin dan istirahat yang cukup, semoga lekas sembuh untuk pasien Rinjani.”

P guru :” Baik terima kasih’’

Setelah itu Rinjani pulih dari pingsannya dan di bolehkan pulang dengan dokter.

Dokter : “Rinjani sudah boleh pulang ya pak, Rinjani istirahat yang cukup ya biar nyeri dan pusing di kepalanya segera membaik.”

Dokter berbicara kepada Rinjani dan pak guru.

Pak guru : “Baik dok terimakasih.”

Pak guru dan Rinjani meninggalkan rumah sakit dengan keadaan lega.

#latar : sekolah

Sesampainya di sekolah Rinjani di suruh pulang oleh pak guru.

Pak guru : “Ndhuk pulang aja ya, mau di anter apa mau tetep bawa motor sendiri?”

Pak guru menawarkan bantuan kepada Rinjani.

Rinjani : “Terimakasih banyak pak, saya masih kuat kok pulang sendiri”

Pak guru : “Yang bener, kamu baru siuman lho masa mau pulang sendiri? Tapi kalo kuat bapak ga maksa, hati hati di jalan ya ndhuk.”

Rinjani : “Baik pak Terimakasih banyak untuk hari ini, mari pak Sugeng siang”

Pak guru : “Sugeng siang ndhuk”

Dihari berikutnya siswa SMK Kesehatan Mahabarata memperoleh tugas proyek P5 untuk melakukan sosialisasi ke warga sekitar.

Guru : “sugeng enjang anak anak, tugas p5 kalian adalah sosialisasi ke warga sekitar mengenai cara cara pengelolaan obat yang benar.”

Para murid : “sugeng enjang, baik pak.”

Dewi: “siapa yang ibuk atau bapaknya RT?”

Anila : “aku, kenapa wi?”

Dewi: “kita mau izin ke ibu kamu buat memeriksa warga, boleh gk?”

Anila : “boleh banget… ntar pulang sekolah ke rumahku aja!”

Dewi: “nanti anila dan sekar ikut aku yaaaaaaaaaa”

Anila dan Sekar: “oke”

Setelah bertemu dengan orang tua anila dan menyampaikan maksud dan tujuan rencana sosialisasi maka acara sosialisasi akan terlaksana pada hari berikutnya bersamaan dengan acara pengajian.


#latar : lingkungan masyarakat / lingkungan keluarga

Sesampainya di rumah, Sinta mendapatkan undangan pengajian oleh pak ustadz, dan mendapatkan undangan sosialisasi yang dibawakan oleh siswa SMK Kesehatan Mahabarata.

Pak ustadz : “Sin, ini undangan buat kamu besok sore, datang ya!”

Sinta : “Baik pak makasih ya malah ngerepotin”

Pak ustad hanya tersenyum dengan Sinta. Sore harinya Sinta mengabari Anjani untuk ikut pergi menghadiri pengajian. Setelah itu Sinta bersiap siap untuk menjemput Anjani dan pergi ke tempat pengajian.

Sinta : “Cepet Jan udah mau telat!”

Anjani : “Iya sebentar to”

Sesampainya di masjid Sinta dan Anjani duduk dan mendengarkan pengajian.

Pak ustad : “Assalamualaikum wr.wb, saya disini akan membawakan kajian yang bertema Jangan Menjadi Islam Khawarij. Khawarij adalah aliran yang terbentuk karena tidak setuju terhadap keputusan Ali bin Abi Thalib. Salah satu ciri Islam Khawarij yaitu; mengedepankan kekerasan dalam menyelesaikan suatu masalah. Padahal Allah sangat menyukai tindakan kedamaian. Oleh sebab itu, sebagai muslim yang taat kita tidak boleh menjadi islam yang khawarij. Sampai sini saja pertemuan pada sore hari ini. Wabilahitaufik walhidayah wassalamualaikum wr.wb”

Setelah pengajian selesai dilanjutkan sosialisasi tentang pengelolaan obat yang benar oleh siswa SMK Kesehatan Mahabarata.

Anila: “sugeng sonten para tamu. Nepangaken kula Anila badhe ngaturi penjelasan pengelolaan obat ingkang sae lan becik.”

Para tamu: “ohh… njih.”

Anila: “pengelolaan obat yang benar disebut juga dengan DAGUSIBU”

DA: DAPATKAN

GU: GUNAKAN

SI: SIMPAN

BU: BUANG DENGAN BENAR

Anila: “sampun jelas ibu ibu?”

Peserta: “sampun...”

Anila : “saya akhiri pertemuan ini semoga bermanfaat, jika ada yang kurang jelas bisa ditanyakan langsung dengan saya melalui WA”

Setelah pengajian selesai ada percakapan antara sinta dan anjani.

Anjani : “Sin, kamu inget ga perbuatan kita tadi? Gimana kalo kita minta maaf ke Rinjani?”

Sinta : “Ngapain sih bahas bahas dia lagi? Aku dah muak-!!!”

Anjani : “Kamu ga menyesal sama perbuatan kita yang tadi? “

Lalu Sinta memikirkan perkataan yang di lontarkan oleh Anjani. Sinta memikirkan dalam hati “Apa aku seharusnya minta maaf ya? Atau gimana?”

Sinta : “Dah ayo pulang aja, besok pagi kita minta maaf ke Rinjani”

Setelah itu mereka pulang ke rumah masing masing.

#latar : sekolah

Setelah 2 hari, Pagi harinya Sinta dan Anjani ingin meminta maaf kepada Rinjani akan tetapi, guru BK menghentikan langkah mereka, dan menyuruh datang ke ruang BK.

Guru BK : “Selamat pagi Sinta dan Anjani, nanti ke BK ya pas istirahat, ibu tunggu!”

Anjani : “Baik Bu”

Sinta : “Jan, ini kayaknya masalah kemarin deh”

Anjani : “Ya mestinya, yaudah lihat aja nanti”

Setelah itu bel masuk pun berbunyi Sinta, Anjani dan teman temannya masuk ke kalas untuk melaksanakan GLS yang bertema menuliskan sejarah berdirinya Indonesia. Lalu di bacakan di depan teman teman.

Bu guru : “Bagaimana anak anak? Sudah selesai? Kalo sudah nanti di bacakan di depan teman teman ya!”

Para murid : “Baik bu”

Bu guru : “Tetapi sepertinya waktunya ga cukup, nanti perwakilan saja ya. Baik sekarang ibu panggil Sekar, silahkan maju.

Sekar : “Berdirinya NKRI diawali dengan peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 oleh para pendiri bangsa”

Bu guru : “Baik terimakasih Sekar.”

Sekar kembali ke tempat duduk dan bu guru menyuruh para murid ke lab komputer.

Bu guru : “Baik anak anak sekarang kalian ke lab komputer untuk pelajaran IT ya! Segera!”

Para murid : “Baik bu”

Para murid segera mengambil HP masing masing dan menuju ke lab komputer.

Rinjani : “Bu, ini mengerjakan apa ya? Bagaimana kalo melanjutkan membuat blog dan barcode kemarin?

Bu guru : oh iya. Nah sekarang upload di blog kalian temanya seni tari ya.

Sekar: “Nil, seni tari tuh apasih?”

Citrawati : “seni tari itu adalah cabang seni yang mengungkapkan keindahan, ekspresi, hingga makna tertentu melalui media gerak tubuh yang disusun dan diperagakan sedemikian rupa untuk memberikan penampilan dan pengalaman yang menyenangkan atau menumbuhkan horizon baru bagi penontonnya. Seni tari dapat dilakukan secara tunggal, berpasangan, berkelompok atau kolosal.”

Sekar: “ohhh, wah makasihya nil.”

Setelah itu, bu guru mengambil hp. Beberapa menit kemudian bu guru kembali bertanya dengan murid tentang tugas.

Bu guru : “Bagaimana anak anak sudah selesai tugasnya?”

Para murid : “Sudah bu”

Bu guru : “coba sekarang saya scan barcode salah satu siswa. Citrawati mohon maju kedepan.”

Citrawati: “ini barcode saya bu”

Pak guru men-scan barcode milik Anila dan mengoreksi tugasnya.

Bu guru: “yak baik, sudah bagus, yang lain bisa di kumpulkan pada link yang tersedia ya.”

Para murid: “baik bu guru.”

Para murid pun keluar dari lab komputer, namun Wulan dan Citrawati teringat dengan tugas kelompok IPAS. Yaitu menyemai benih.

Wulan: “eh cit, iki kok benih e layu ya, koyo arep mati”

Citrawati: “eh, lek disiram wae”

Wulan: “ayo ayo”

Wulan pun menyiram benih yang sudah disemai itu.

Setelah itu jam istirahat pun tiba Anjani mengajak Sinta ke ruang BK untuk menemui guru BK yang menyuruhnya tadi.

Anjani : “Ayo Sin ke BK, tadi kita kan di suruh ke BK”

Sinta : “Ya Ayo”

Anjani dan Sinta pun menuju ke ruang BK dan menemui guru BK.

Sinta : “Assalamualaikum Bu, saya dan Anjani di panggil ke sini ngapain ya Bu?”

Guru BK : “Waalaikumussalam, sini duduk dulu, ibu mau bertanya soal kasus kemarin, kemarin kamu kan yang dalang di balik semua kejadian ini?”

Sinta : “Iya Bu maaf ya Bu!”

Guru BK : “Iya ga papa harusnya kalian minta maaf dengan Rinjani bukan dengan saya! Ga boleh lho kamu memperlakukan murid baru seperti itu seenaknya! Kalo dia ga terimaka gimana? Kalo dia ngadu ke ibunya gimana? Kalian kan ga bakal tau to? Kalian kalo kayak gini dapet undang undang pasal 335 KUHP mengenai tindakan pelaku bullying yang tidak menyenangkan!”

Sinta dan Anjani merenungi kesalahan yang telah mereka perbuat. Akhirnya Sinta mengakui perbuatan dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Sinta : “Saya minta maaf Bu, saya tau saya dan Anjani salah, seharusnya saya tidak seperti itu. Saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.”

Anjani : “Iya Bu saya juga minta maaf, kami akan meminta maaf kepada Rinjani”

Guru BK : “Baik maaf kalian ibu terima, tapi kalau di ulangi lagi, orang tua kalian ibu panggil!”

Anjani dan Sinta : “Baik Bu terimakasih banyak”

Guru BK : “Ya sama sama, kembali ke kelas minta maaf lah dengan Rinjani.”

Sinta : “Baik Bu”

Sesampainya dikelas Sinta dan Anjani meminta maaf atas perbuatannya kemarin.

Sinta : “Rin maafin kita, aku kemarin ngebully kamu sampai kamu kayak gitu. Kamu mau maafin kita kan?”

Anjani : “Iya maafin kita ya soalnya kita dulu kenalannya ga langsung akrab gitu. Maafin kita ya Rin”

Rinjani : “Iya udah ga papa, kalian udah aku maafin. Kita kan keluarga disini jadi harus akur!”

Sinta dan Anjani memeluk Rinjani karena terharu dengan sikap Rinjani yang murah hati.

Sinta dan Anjani : “Makasih ya Rin kamu baik banget”

Rinjani : “Iya sama sama. Gimana kalo kita ngerayain ini semua dengan cara membuat pertunjukan. Tapi Pak guru di ajak biar makin seru!”

Sinta dan Anjani : “Okeeee setujuuuu-!!!”


ijou desu. Koko kara wa owarimasu. Kiite kurete, arigatou gozaimasu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Tarian Dan Seni Papua

LOGIKA

DLINGO